Manusia dan Agama
Apakah bisa manusia hidup tanpa agama?
Menurut saya, tidak bisa. Karena agama memberikan pegangan moral, tujuan hidup, ketenangan batin, serta membangun komunitas dan identitas sosial. Bagi banyak orang, agama juga menjadi sumber harapan dan makna dalam menghadapi tantangan hidup.
Lalu, manusia dalam Al-Qur'an dibagi menjadi menjadi tiga yaitu:
1. Al-Basyar: Manusia secara Biologis dengan segala kebutuhannya.
Al-Basyar merujuk pada manusia dalam aspek biologisnya, yaitu sebagai makhluk yang memiliki jasad, panca indera, dan kebutuhan fisik seperti makan, minum, tidur, dan berkembang biak. Kata basyar berasal dari akar kata yang berarti "kulit" atau "permukaan," yang menunjukkan bahwa manusia memiliki bentuk fisik yang tampak.
Contoh dalam Al-Qur'an:
- "Qul innama ana basyarum mitslukum..."("Katakanlah: Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu..." - QS. Al-Kahfi: 110)
Ayat ini menunjukkan bahwa bahkan Rasulullah ﷺ juga adalah seorang manusia secara fisik, sama seperti yang lainnya.
2. An-Naas: Menunjuk manusia yang berakal.
An-Naas mengacu pada manusia sebagai makhluk sosial dan berakal. Istilah ini sering digunakan dalam konteks interaksi manusia dalam masyarakat, baik dalam kebaikan maupun keburukan. Kata naas berasal dari akar kata nasiya yang berarti "lupa," menunjukkan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk lupa, baik terhadap nikmat Allah maupun terhadap tanggung jawabnya.
Contoh dalam Al-Qur'an:
- "Ya ayyuhan-nasu 'budu rabbakumul-ladzi khalaqakum..."("Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu..." - QS. Al-Baqarah: 21)
Ayat ini menyeru kepada seluruh manusia tanpa membedakan keimanan mereka, karena an-naas mencakup semua orang yang berakal.
3. Al-Insan: Menjunjuk manusia yang selain berakal, juga memiliki keimanan dan ketaqwaan.
Al-Insan merujuk pada manusia yang tidak hanya memiliki akal, tetapi juga hati yang dapat memahami keimanan dan ketaqwaan. Kata insan berasal dari akar kata uns yang berarti "kedekatan" atau nasiya yang berarti "lupa," yang menunjukkan bahwa manusia cenderung melupakan Tuhannya tetapi juga memiliki potensi untuk mendekat kepada-Nya dengan kesadaran dan keimanan.
Contoh dalam Al-Qur'an:
- "Hal ataa 'alal insaani hiinun minal-dahri lam yakun syai-an madzkura"("Bukankah telah datang kepada manusia suatu waktu ketika ia belum merupakan sesuatu yang disebut-sebut?" - QS. Al-Insan: 1)
Dalam ayat ini, al-insan digunakan untuk menggambarkan manusia sebagai makhluk yang memiliki sejarah perjalanan hidup dan berpotensi untuk mengenali dan mendekat kepada Allah.
- Sokrates mendekati manusia sebagai individu, sementara Plato melihat manusia dari sudut kehidupan sosial dan politiknya.
- Sastrapratedja: manusia adalah makhluk yang historis.
- Comte mengatakan bahwa "mengenal diri adalah mengenal sejarah" manusia tidak cukup apabila hanya dilihat dari sudut fisika, kimia, dan biologi saja.
- Ernst Cassirer: manusia tidak dapat didesinisikan berdasarkan sifat metafisik dan fisiknya. Ciri utama manusia terletak pada karyanya.
- Unsur Materi
Dalam QS. As-Sajdah ayat 7-8, dijelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah sebagai unsur materi. Tanah menjadi bahan dasar fisik manusia, sehingga manusia disebut sebagai makhluk materi. Namun, keberadaan manusia tidak hanya ditentukan oleh fisiknya saja, tetapi juga oleh aspek spiritual dan akhlaknya.
Jika manusia hanya berorientasi pada fisiknya tanpa memperhatikan aspek ruhani, maka ia bisa disebut sebagai manusia rendahan. Hal ini mengajarkan bahwa manusia tidak boleh hanya fokus pada hal-hal duniawi semata, tetapi juga harus mengembangkan sisi moral dan spiritualnya.
Dengan demikian, manusia perlu menyeimbangkan antara jasmani dan rohani untuk mencapai kesempurnaan sebagai makhluk Allah. Keseimbangan ini akan menjadikan manusia lebih bermakna dalam kehidupannya, tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memiliki nilai moral yang tinggi.
- Unsur Non-Materi
Dalam penciptaan manusia, selain unsur materi seperti tanah, terdapat juga unsur non-materi yang membuat manusia berbeda dari makhluk lainnya. Unsur non-materi ini adalah ruh, yang diberikan oleh Allah melalui nafkhah (tiupan ruh). Hal ini dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur'an, seperti QS. As-Sajdah: 9, QS. Al-Isra': 175, dan QS. Al-Qadr: 4.
Keberadaan ruh dalam diri manusia menjadikannya manusia spiritual, yang memiliki kesadaran akan nilai-nilai moral, keimanan, dan hubungan dengan Tuhan. Ruh inilah yang mengangkat derajat manusia menjadi manusia mulia, bukan sekadar makhluk fisik semata.
Dengan adanya unsur ruhani, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara aspek materi dan spiritual. Jika hanya fokus pada jasmani tanpa memperhatikan ruhani, manusia bisa kehilangan arah dan tujuan hidup yang sebenarnya. Oleh karena itu, manusia harus mengembangkan akhlak, keimanan, dan kebijaksanaan agar mencapai kemuliaan di sisi Allah.
Beberapa Teori tentang Agama:
1. Edward B. Tylor (1832-1917) – Teori Animisme dan Evolusi Agama
- Agama berkembang melalui tiga tahap evolusi: animistik, politeistik, dan monoteistik.
2. J.G. Frazer (1854-1941) – Teori Magis
- Magis adalah tindakan manusia untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan kekuatan yang diyakini ada di alam.
3. Émile Durkheim (1859-1917) – Teori Sentimen Kemasyarakatan
- Agama muncul karena adanya getaran jiwa, yaitu rasa cinta dan keterikatan terhadap masyarakatnya.
- Totem merupakan benda atau simbol yang dianggap sakral oleh suatu komunitas.
4. Andrew Lang (1844-1912) – Teori ‘Ur Monoteisme’
- Keyakinan terhadap dewa tertinggi sebagai pencipta alam, penjaga keteraturan, dan sumber moralitas.
Berisi ajaran atau doktrin yang menjadi pedoman hidup bagi para penganutnya.
2. Emosi Keagamaan
Perasaan religius yang timbul dalam diri seseorang, seperti ketenangan, ketakutan, atau kebahagiaan saat beribadah.
3. Upacara Keagamaan
Ritual atau ibadah yang dilakukan sesuai ajaran agama, seperti salat, misa, atau puja.
4. Tempat dan Peralatan Peribadatan
Sarana fisik yang digunakan untuk beribadah, seperti masjid, gereja, kuil, kitab suci, atau alat ibadah lainnya.
5. Kelompok Penganut
Komentar
Posting Komentar